Kamis, 30 Mei 2013

Perjalana Panjang Saya Sampai Bisa Masuk Universitas Pekalongan. . .

Saya adalah lulusan sekolah menengah atas atau SMA tahun 2010, berbeda dengan teman-teman lain yang kebanyakan lulus di tahun 2012.
Pertanyaannya kenapa saya bisa sampai kuliah di UNIKAL??
Saya lulusan dari SMA Negeri 3 kota Cirebon Jawa Barat, yang termasuk sekolah favorit di sana. Lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.
Setelah lulus sbenarnya saya juga sempat mendaftar - daftar di beberapa perguruan tinggi negeri, dengan ikut penyeleksian masuk universitas seperti SNMPTN dan UM. Alhamdulillah saya diterima di Universitas Diponegoro atau UNDIP, namun karena jurusannya yang tidak begitu saya sukai dan masuk melalui jalur UM itu biayanya cukup tinggi membuat saya menjadi tidak sreg untuk mengambil jurusan tersebut. Padahal waktu pendaftaran – pendaftaran universitas sudah banyak yang tutup.
Sampai akhirnya saya mendaftar di universitas swasta yaitu Universitas Sains Al-Qur’an atau UNSIQ bertempat di kota Wonosobo. Orang tua saya sangat mendukung karena itu adalah universitas Islam dan berharap saya bisa mengenal lebih dalam lagi tentang Islam. Dan saya diterima di jurusan yang saya senangi yaitu Teknik Informatika atau TI dengan mendapat beasiswa sampai nanti semester tiga. Tahun 2010 di mulai tahun ajaran baru saya dan sekarang saya berganti title menjadi mahasiswa.
Awal di Wonosobo saya merasa syock karena di sana adalah kota kulkas yang hawanya yang super duper dingin beud. Hahaha.. Berbeda jauh dengan kota Pekalongan atau Cirebon yang panas karena daerahnya dekat dengan pantai. Di UNSIQ saya mendapatkan banyak pengetauan di bidang Informatika khususnya. Mempunyai teman – teman yang unik dengan segala pribadinya yang tak terduga, memiliki kenalan baru dan banyak hal menarik terjadi di sana.
Sampai akhirnya pada awal ajaran semester 3 saya diberi tahu penyakit Mama saya yang kambuh dan lumayan parah. Karena waktu kelas 3 SMP Mama pernah mengalami penyakit yang sama, membuat saya syock dan langsung pulang di kota kelahiran saya di Batang. Mama saya berada di rumah sakit hampir satu bulan. Saat keluar dari sana Mama belum terlihat sembuh, karena ada diabetes tubuhnya menjadi sangat kurus sehingga kakinyapun ikut kurus dan tidak bisa menopang badannya untuk sekedar berjalan. Saya memutuskan untuk berhenti kuliah di sana dengan persetujuan keluarga tentunya. Saya tidak menyesal telah keluar kuliah karena menurut saya Mama lebih penting dari semua itu. Keluar kuliah saya mengurus Mama yang hanya berada di kasur dan semua serba dilakukan di kasur. Saya mengurus mama sampai beberapa bulan, mengurusi control ke dokter, menyiapkan obat yang begitu banyak dan kontinyu harus diminum jangan sampai siklus obatnya terputus, mengurus segala kebutuhan beliau, keluarga juga ikut berperan pastinya dan akhirnya mama mulai bisa sedikit demi sedikit berjalan kembali dan sampai bisa bekerja kembali. Saya sangat bersyukur atas kesembuhan mama, saya sempat sangat sedih melihat kondisi beliau yang seperti itu. Satu tahun mama telah pulih, tapi tetap harus jaga kondisi tubuh dan sesekali masih control ke dokter.

Mulai dari situlah saya tertarik untuk melanjutkan kuliah lagi tapi tidak berada jauh dari keluarga, karena keluarga adalah hal terpenting bagi saya saat itu. Saya mulai mencari-cari informasi tentang perguruan-perguruan tinggi di Pekalongan. Sempat dilema karena bingung memlilih diantara dua pilihan melanjutkan Teknik Informatika di STIMIK atau Farmasi di UNIKAL. Kenapa ada pilihan farmasi UNIKAL? Itu karena saya mengingat mama yang selama satu tahun penuh harus minum obat tanpa putus. Saya ingin bisa bermanfaat bagi mama dan keluarga tentunya. Itu membuat saya menyerahkan semuanya pada Allah SWT, saya berdoa, sholat malam dan sholat istikharah mohon petunjuk pada-Nya. Ketika saya selesai sholat dan melanjutkan sleeping beauty saya, saya diberi sebuah mimpi yang meyakinkan saya untuk masuk D3 Farmasi di Unikal. Mungkin ini sudah jalan yang diatur Allah SWT, untuk saya kedepannya. Saya sempat takut apakah saya akan bisa mengikuti pelajaran di sana nanti karena saya setahun tidak pernah belajar sama sekali hanya mengurus mama. Tapi Alhamdulillah saya bisa mengikuti pelajaran-pelajaran farmasi. Saya berharap dengan jurusan ini, saya bisa bermanfaat bagi keluarga, saudara, teman dan orang banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar